Teman saya, akh Lutfi- beliau dahulu pernah nyantri di sebuah pondok pesantren tradisional di daerah Pati, Jawa Tengah- melanjutkan kuliahnya di STAN Jurang Mangu, sekarang bekerja di Departemen Keuangan. Beliau menuliskan ini untuk menjawab pertanyaan pak Eko:
A1
Yang menjadi keunggulan atau differentiator dari Pesantren adalah:
- Segi kebijakan /kepemimpinan:
Kepemimpinan Pesantren bersifat terpusat dengan tokoh sentralnya kyai pendiri pesantren atau putra –putri penerusnya. Sifat kepemimpinan cenderung otoriter sehingga memunculkan kultus indifidu.
- Segi muatan pendidikan:
Muatan pendidikan pesantren mencakup ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Ilmu-ilmu agama bersumber dari kurikulum Departemen Agama dan kurikulum local Pesantren dengan rujukan kitab-kitab klasik (kuning). Yang lebih menonjol pengajaran kitab kuningnya. Namun sekarang banyak pesantren modern yang lebih mengutamakan aspek TI dan kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris).
- Segi pengembangan kepribadian:
Untuk pesantren tradisional, kepribadian santri kurang bekembang di mana para santri cenderung kaku dan tertutup terhadap pihak luar. Santri hanya menerima dan mematuhi perintah kyai dengan anggapan bahwa melanggar perintah kyai dapat menyebabkan ” kualat” dan ilmunya tidak barokah. Adapun untuk pesantren modern, para santri sudah mulai mengadakan training2 tentang pengembangan kepribadian.
- Segi kualitas ilmu Dinniyah:
Pesantren sangat menonjol di dalam penguasaan ilmu-ilmu diniyyah, namun cenderung bersifat teoritis dan belum sampai tahapan pemahaman dan pengamalan.
- Kualitas Ibadah:
Kualitas ibadah santri tergolong baik. Peraturan Pesantren mengharuskan para santri melaksanakan berbagai kegiatan ibadah sesuai dengan jadwal yang ditentukan seperti mengaji, sholat berjama’ah, dan lain lain. Bagi santri yang tidak mematuhinya, maka akan dikenakan ’iqob/ ta’zir (hukuman).
- Wawasan Muamalah:
Wawasan muamalah kurang berkembang, di mana para santri cenderung hanya berada dalam lingkungan Pesantren.
A2
Aktivitas atau kehidupan di Pesantren yang kental dan jarang dialami di luar lingkungan Pesantren adalah aktifitas yang bersifat kebersamaan dan kekeluargaan, seperti mengaji bersama, tidur bersama dalam satu tempat/ kamar yang luas tanpa tempat tidur, makan bersama dalam satu tempat (nampan), dan bercanda bersama.
A3
Menurut saya, yang selama ini MENGHAMBAT pesantren bergerak maju adalah mind set/ paradigma para pengasuh dan para santri yang cenderung tertutup dengan pihak luar. Mereka hanya bergaul dengan teman-teman satu komunitas/ satu golongan dan sulit menerima hal-hal baru yang bersifat positif dari pihak-pihak yang berbeda ” madzhab/partai ” dengan mereka.
A 4
Untuk memanfaatkan PELUANG ini, pesantren sebaiknya mulai bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dengan mengadakan program-program dan kegiatan-kegiatan, seperti pelatihan-pelatihan ustadz dan santri, pelatihan kewirausahaan, pengadaan internet, pembangunan fasilitas olah raga, pengembangan sistem jaringan dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain, termasuk dengan lembaga keuangan syariah modern.
A5
Sebagai ANCAMAN: Masyarakat akan mulai meninggalkan Pesantren jika Pesantren masih sulit untuk besikap terbuka terhadap perubahan. Dengan berkembangnya sistem informasi, masyarakat akan semakin cerdas dalam menentukan pilihan. Di lain sisi, perkembangan ini akan menyebabkan Pesantren kehilangan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan diniyyah di mana muatan-muatan lokalnya akan semakin berkurang. Selain itu, pergaulan yang terbuka dapat menyebabkan santri terpengaruh oleh budaya-budaya negatif dari luar.
A 6
- Sama dengan jawaban No 3.
- Menurut saya, usahawan muslim perlu diyakinkan bahwa Pesantren merupakan aset yang sangat besar dalam membangun peradaban ummat. Para santri adalah muslim-muslim yang hanif yang perlu di dorong untuk berkembang dan diberikan kesempatan-kesempatan untuk mengaktualisasikan diri mereka. Dari segi profitabilitas, pesantren merupakan pasar yang potensial mengingat jumlahnya yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.
A 7
1. Sisi positif yang bisa dijalankan:
- Kemudahan akses terhadap informasi dan pengetahuan.
- Kemudahan untuk membentuk jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
2. Budaya yang harus disebarluaskan dari Pesantren ke luar adalah budaya tafaqquh fiddin (semangat mempelajari ilmu agama), memegang teguh nilai-nilai agama, semangat kemandirian dan budaya kekeluargaan (silaturrahim).
A 8
Sangat mungkin dan sudah sering terjadi, dan dampaknya berlanjut ketika santri sudah lulus dari Pesantren.
A 9
Untuk memanfaat internet guna pengembangan masyarakat miskin dan terbelakang, Pesantren terlebih dahulu perlu mengadakan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya internet, termasuk hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan internet. Pesantren juga perlu memberikan informasi-informasi mengenai dunia usaha dan kewirausahaan kepada masyarakat.
A 10
Menurut saya sistem informasi yang cocok untuk pesantren:
- Eksternal: sistem yang memungkinkan Pesantren membangun jaringan dengan Pesantren-pesantren lain, lembaga-lembaga pendidikan, lembaga keuangan syariah, dan dengan alumni pesantren yang sudah tersebar di berbagai daerah. Alangkah lebih baik kalau suatu pesantren memiliki website sendiri.
- Internal: Sistem database santri dan alumni, sistem informasi keuangan, sistem informasi akademik terpadu dan sistem informasi manajemen kewirausahaan.